Rabu, 31 Desember 2014

Nenek 104 tahun ikut terbang Paralayang

Nenek Usia 104 Tahun Ikut Terbang Paralayang
 SIPRUS, KOMPAS.com — Seorang nenek pemberani yang umurnya sudah 104 tahun tercatat sebagai orang tertua yang melakukan terbang paralayang.

Peggy McAlpine, nama perempuan itu, yang telah punya dua anak, empat cucu, dan dua cicit, terbang dari puncak setinggi 2.400 kaki di utara Siprus, lapor Daily Mail, Minggu (29/4/2012). Dia akan masuk Guinness Book of Records untuk kedua kalinya dalam lima tahun sebagai orang tertua yang ambil bagian dalam olahraga itu.

McAlpine kembali terbang tandem karena rekornya yang diraih lima tahun lalu itu dipecahkan seorang warga Amerika berusia 101 tahun.

Dia mengatakan kepada Sunday Express, "Saya menikmati setiap menitnya. (Terbang kali) ini lebih baik ketimbang yang terakhir dulu. Saya tentu ingin melakukannya lagi, terutama jika seseorang mengambil alih rekor saya."

Prestasi penting nenek pemberani itu terekam dalam sebuah video dan di-posting di YouTube. Setelah terbang tandem itu, McAlpine merayakannya dengan segelas sampanye. McAlpine, yang menggunakan kursi roda, sekarang menunggu rekornya dikonfirmasi oleh pejabat Guinness Book.

Upaya meraih rekor terbaru itu untuk merebut kembali rekor yang diambil Mary Allen Hardison yang berusia 101 tahun dari Utah, yang terjadi pada 14 April di pegunungan Kyrenia dekat benteng St Hilarion. McAlpine mengatakan, dia mencintai ketinggian sejak usia muda dan mengingat waktu pertamanya di sebuah pesawat terbang sebagai penumpang penerbangan perintis Sir Alan Cobham pada akhir tahun 1920-an.

Perempuan pensiunan itu, yang suaminya meninggal karena kanker pada 1980, mengatakan, ia pertama kali menyukai olahraga ekstrem tersebut pada usia 80 tahun ketika cucunya membujuk dia untuk mencoba bungee jumping di Essex Show. McAlpine, yang sekarang tinggal di Siprus setelah pindah pada 2004, berkata, "Saya naik ke puncak, melihat ke bawah dan melihat orang-orang seperti semut dan hati saya pun terenyuh. Namun, saya sudah pergi sejauh itu, saya tidak bisa berhenti. Jadi saya menginjak platform dan menyusun keberanian lalu melompat dari puncak itu."

Angela Gokasan, atlet paralayang dari perusahaan Highline Air Tours, mengatakan kepada Sunday Express, "Peggy menyelesaikan penerbangan keduanya bersama pilot Ozgur Gokasan, yang juga pilot dia pada penerbangan terakhirnya. Mereka meluncur di atas awan dan mendarat di tengah kerumunan keluarga, teman, dan tiga saksi yang diminta Guinness World Records."



Teori Marvin Zuckerman
Sensation seeking adalah keinginan untuk mengambil resiko secara fisik, sosial, legal dan secara finansial demi sebuah pengalaman. Marvin zuckerman mengidentifikasi 4 komponen dari sensation seeking :

Thrill and adventure seeking
Yaitu keinginan untuk terikat dalam aktivitas fisik yang melibatkan bahaya dan kecepatan.

Experience seeking
Yaitu mencari pengalaman baru melalui perjalanan, lagu atau seni.
Disinhibition

Yaitu kebutuhan untuk mencari aktivitas sosial yang liar.

Boredom susceptibility
Yaitu tidak melakukan pengalaman yang berulang, merasa gelisah jika melakukan pekerjaan yang sama.

Analisis kasus berdasarkan teori

Thrill and adventure seeking:
Peggy McAlpine seorang nenek berusia 104 tahun memecahkan rekor dunia sebagai orang tertua yang melakukan terbang paralayang.

Experience seeking : penerbangan paralayang kali ini adalah penerbangan kedua yang dilakukan nenek tersebut. penerbangan pertama dilakukannya 5 tahun yang lalu.

Disinhibition : nenek peggy suka melakukan hal-hal ekstrim yang berhubungan dengan ketinggian seperti paralayang dan bungee jumping untuk memperoleh kebahagiaan dan kepuasan dalam dirinya. Hal ini adalah aktivitas sosial yang liar.

Boredom susceptibility : nenek peggy melakukan hal ini sudah lebih dari sekali di pegunungan yang berbeda. Ia juga sepertinya akan melakukan paralayang itu terus menerus, karena dia menyukai hal tersebut dan tidak ingin rekornya direbut oleh orang lain.

Rabu, 18 Juni 2014

Punishment




Punishment adalah sebuah konsekuensi negatif dari sebuah perilaku, yang mana  menekankan pengurangan frekuensi dari perilaku yang dihasilkan. Ketika secara tepat digunakan, hukuman dapat menjadi sebuah alat untuk mengurangi dari perilaku yang tidak pantas.

Menurut Lahey terdapat 5 bahaya yang dihasilkan dari hukuman:
  1. Penggunaan dari hukuman sering kali menguatkan punisher. Penggunaan hukuman ini sendiri dapat memunculkan hasrat kita untuk memberi hukuman setiap kali seorang anak membuat kesalahan. Sehingga jika setia kali si anak salah kita langsung memberinya hukuman.
  2. Hukuman sering kali menimbulkan penggeneralisasian anak pada individu lainnyaSebagai contoh seorang anak berbicara kepada orang tuanya secara tidak pantas. Orang tuanya langsung memarahi anak tersebut, Sehingga setelah kejadian tersebut si anak tak berani lagi berbicara karena takut salah dan dimarahi oleh orang tuanya.
  3. Hukuman secara fisik menimbulkan kebencian pada orang lain. Perilaku penghukuman dengan fisik sering kali menimbulkan kebencian. Kebencian tersebut timbul dari rasa sakit yang ia dapatkan akan menjadi pemicu benci terhadap orang yang memukulnya.
  4. Hukuman tak selalu efektif dalam menghukum sebuah perilaku.
  5. Tak semua hukuman memiliki hasil yang kita dapatkan (mengurangi perilaku), malah sebaliknya tak memberi perubahan apa-apa.

  Dengan mengetahui bahaya dari hukuman tersebut, maka kita akan semakin mendapatkan pertimbangan untuk menggunakannya. Untuk selanjutnya penggunaan hukuman juga sebaiknya dilakukan dengan pertimbangan lainnya agar hukuman tersebut dapat secara efektif mencapai tujuan hukuman tersebut.

Ada beberapa anjuran menggunakan hukuman :
  • Jangan menggunakan hukuman fisik
  • Hukumlah perilaku yang tidak pantas dengan segera, jangan memberi jarak waktu antara perilaku dan hukuman.
  • Pastikan bahwa anda telah menguatkan perilaku yang baik untuk menggeser kesempatan melakukan perilaku yang tidak baik pada anak
  • Lakukan penyelesaian terhadap  individu, hukuman perilaku apa yang akan diberi dan hentikan semua perlakuan pemberian hukuman ketika perilakunya yang tidak baik sudah berhenti.
  • Jangan gabungkan hukuman dan reward pada perilaku yang sama 
  • Ketika sudah memulai untuk menghukum, jangan kembali lagi / menarik ulur hukuman tersebut.

Kenangan Lama

hai semuaaaaaa. tadi kan saya iseng iseng buka laptop, terus buka buka bagian document. terus saya liat ada tugas bahasa sunda saya semasa sma. bahasanya lucu banget. masih pakai bahasa sunda yang baku. mau liat? penasaran? ini dia



Poe eta, abdi mimiti asup ka kelas ipa 2 di sma 7 Bandung. Awalna abdi sieun lantaran abdi anyar keneh, sarta henteu ngarti basa wewengkan di dieu. Isuk- isuk eta, abdi datang ka sakola dianter ku indung abdi. Abdi asup ka kelas tuluy diuk di hareup deukeut lawang pantu. Waktu eta abdi ngan cicing wae di kelas. Tuluy , loba rencang rencang anu ngajak abdi kenalan.
Tuluy sanggeus wali kelasna datang, abdi ngawanohkeun diri di hareup kelas. Sanggeus eta, abdi cicing wae di kelas nepi ka waktuna balik sakola.
Dina poe kadua, abdi diuk kalayan Tiara, tapi abdi masih cicing wae lantaran masih tacan wawuh jeung rencang hiji kelas. Dina pamustunganana, abdi usaha ambeh abdi bisa miboga rencang di dieu. Sarta abdi harap rencang rencang bisa narima abdi.
Teu karasa atos tiluminggu abdi sakola di sman 7 Bandung, abdi ngarasa betah, lantaran loba rerencangan anu ngajak ngobrol. Abdi oge osuk hereui sareng anu laenna.
Pas poe Jumat kamari, tepatna pas istirahat abdi sareng babaturan abdi papotoan di kelas, rame pisan
“ din... din... hayu urang poto “, saur abdi sabari rada ngajorook.
“hayuu... hayuu.. ajak nu laen oge”. Saur Dinda
“hayu aaaaahhhh “ saur abdi sabari ngagayo.

Saatos poppotoan abdi sareng nu lainna jajan kakantin. Di kantin, abdi mesen gorengan sareng minuman. Saatos kitu, abdi kakelas deui da sieun aya guru. Pas ka kelas teh ternyata guruna ican aya, nya entos weh abdi sareng nu sanes balik deui ka kantin.
Kadenge bel tos disada tandana pelajaran tos selesai. Abdi geura – geura ngabetesan buku tuluy uih.
Lantaran bumi abdi caket, abdi uihna mapah. Sateu acanna uih abdi jajan hela, mesen cilok di harepan sakola
“mang... mesen cilok tilurebuen” saur abdi
“oh nuhun neng, ke antosannya” saur emangna
“oh mangga mang”

Saatos mesen cilok, abdi langsung uih, da sieun diseselan ku teteh. Saatos dugi ka bumi, abdi langsung ngaemam cilok. Teukarasa cilok anu abdi emam atos seep deui.
Tuluy abdi asa tundug teu lila-lia abdi nundutan tuluy tekarosa kabobosan weh akhirna. Gugah – gugah teh jam 5 sore.



inti dari cerita diatas itu saya menceritakan tentang pengalaman pertama kali pindah sekolah ke bandung hahaha. makasih udah bacaaa :)

Skizofrenia



Skizofrenia merupakan keadaan tidak biasa yang mempengaruhi 1% dari populasi umum. Laki-laki berkisar 30% lebih mudah terjangkit skizofrenia dibandingkan perempuan (Aleman&others, 2003). Skizofrenia biasanya didahului oleh suatu periode panjang penurunan bertahap dalam fungsi sosial dan kinerja intelektual selama masa kanak-kanak atau remaja. Lebih dramatis dan kecacatan kognitif dan wajah emosional skizofrenia muncul baik secara bertahap dari waktu ke waktu atau dalam ‘istirahat’ yang mana gejala ini mulai tampak secara tiba-tiba (walker&others). sebagian kecil dari individu yang mengalami episode skizofrenia sembuh sepenuhnya, dan sebanyak 30 persen kembali ke kehidupan yang relatif normal (robinson&others). tetapi lebih dari setengah pengalaman episode skizofrenia berulang atau gangguan kognitif tanpa henti dan emosional sepanjang hidup mereka (walker&others)

Skizofrenia ditandai dengan 3 jenis masalah serius:

1.       Delusi dan Halusinasi
Ciri utama skizofrenia adalah penyimpangan pengetahuan yang menempatkan individu menjadi ‘kehilangan kontak dengan kenyataan’. Orang dengan skizofrenia kerap kali berpegang pada perasaan salah yang aneh (delusi) dan telah menyimpang dan mengalami pengalaman persepsi yang salah dan aneh (halusinasi).

2.       Berpikir tidak teratur, emosi dan tingkah laku
seperti yang jelas dalam contoh sebelumnya, orang dengan skizofrenia sering berpikir dengan cara yang terfragmentasi dan tidak terorganisir. emosi dan perilaku mereka sama-sama tidak teratur dan terkadang tidak logis. orang dengan skizofrenia mungkin tertawa ketika diberitahu kabar sedih atau cepat berubah dari senang menjadi sedih dan kembali lagi tanpa alasan yang jelas. sebagai akibatnya, kebanyakan dari kita merasa sangat sulit untuk melakukan percakapan dengan orang-orang dengan skizofrenia.

3.       Mengurangi kesenangan dan perhatian
orang dengan skizofrenia sering menunjukkan apa yang disebut "efek tumpul". mereka menemukan kesenangan yang kurang dalam hidup daripada kebanyakan orang dan memiliki kepentingan sedikit dan tujuan yang penting bagi mereka. walaupun emosi mereka berubah dalam cara yang tidak terduga, baik positif dan emosi negatif mereka tidak memiliki intensitas normal. dalam banyak hal, mereka hanya tidak peduli tentang hal-hal sebanyak orang lain. sering, ini termasuk tidak seperti yang tertarik untuk memiliki persahabatan dekat.

Penyebab skizofrenia
setelah bertahun-tahun penelitian, jelas bahwa skizofrenia disebabkan oleh interaksi faktor genetik dan lingkungan. skizofrenia sangat dipengaruhi oleh faktor genetik, tetapi warisan hampir takdir dalam kasus apapun gangguan mental. walaupun risiko skizofrenia adalah 10 kali lebih besar antara anak-anak dari orang tua penderita skizofrenia, yang berarti bahwa 10 persen dari anak-anak penderita skizofrenia akan mengembangkan skizofrenia (sebagai lawan dari risiko 1 persen pada populasi umum). memang, monozigot (identik) kembar orang dengan skizofrenia hanya mengembangkan skizofrenia 25-50 persen dari waktu, bahkan berpikir monozigot twin share semua gen mereka. ini berarti bahwa faktor lingkungan yang berinteraksi dengan pengaruh genetik juga penting dalam menyebabkan skizofrenia. salah satu penyebab lingkungan kemungkinan komplikasi kehamilan skizofrenia yang menyebabkan perkembangan otak yang abnormal. tampak bahwa otak individu dengan skizofrenia serangan awal kronis "menyusut" - menjadi semakin kecil selama masa remaja. di samping itu, cedera kepala anak tampaknya meningkatkan risiko skizofrenia pada individu genetik cenderung. mungkin sebagai hasil dari pertumbuhan otak yang abnormal dan cedera otak, dewasa skizofrenia telah mengurangi volume otak, khususnya kurang peduli abu-sedikit badan sel saraf. di samping itu, hidup di lingkungan perkotaan stres dan hidup dalam keluarga yang ditandai oleh tingginya tingkat konflik dan perpecahan yang dikaitkan dengan tingkat peningkatan skizofrenia. ini menunjukkan bahwa stres dapat meningkatkan risiko skizofrenia pada individu genetik cenderung.

Minggu, 15 Juni 2014

Jenis-jenis suara dalam Paduan Suara

Kali ini saya akan sedikit sharing tentang paduan suara.
Paduan suara adalah Penyajian musik vocal yang terdiri dri 15 orang atau lebih yang memadukan berbagai warna suara menjadi satu kesatuan yang utuh dan dapat menampakan jiwa lagu yang dibawakan.


JENIS-JENIS PADUAN SUARA :
1. Paduan Suara UNISONO yaitu Paduan suara dengan menggunakan satu suara.
2. Paduan Suara 2 suara sejenis, yaitu paduan suara yang menggunakan 2 suara manusia yang sejenis,       contoh : Suara sejenis Wanita, Suara sejenis Pria, Suara sejenis anak-anak.
3. Paduan Suara 3 sejenis S – S – A, yaitu paduan suara sejenis dengan menggunakan suara Sopran 1, Sopran 2, dan Alto.
4. Paduan Suara 3 suara Campuran S – A – B, yaitu paduan suara yang menggiunakan 3 suara campuran ,  contoh : Sopran, Alto Bass.
5. Paduan suara 3 sejenis T- T – B, yaitu paduan suara 3 suara sejenis pria dengan suara Tenor 1, Tenor 2, Bass.
6. Paduan Suara 4 suara Campuran, yaitu paduan suara yang mengguanakan suara campuran pria dan wanita, dengan suara S – A – T – B. Sopran, Alto, Tenor, Bass.

Dalam paduan suara biasanya terdapat berbagai jenis pembagian suara, antara lain :

1. Tenor
Tenor adalah jenis suara tinggi pada penyanyi pria. Secara umum, suara tenor masuk di antara nada C3 (nada C satu oktaf di atas nada C natural) sampai nada A4 (nada A di atas nada C tengah) dalam paduan suara.
Di dalam paduan suara 4 suara, tenor ditulis di posisi terendah ke dua, di atas suara bass dan di bawah sopran serta alto. Dalam partitur paduan suara, nada tenor mayoritas memiliki rentang dari B2 sampai A4.

2. Sopran
 Dalam masa kini, istilah sopran hanya digunakan untuk penyanyi wanita yang memiliki jarak suara sopran. Dalam paduan suara, standar jarak suara sopran adalah yaitu dari C4 hingga satu setengah oktaf keatas mencapai G5/A5

3.Bass
Bass atau Bas adalah jenis suara terendah penyanyi pria, biasanya mempunyai jangkauan dari nada E2 sampai E4.Walaupun demikian, beberapa penyanyi yang nada rendahnya bisa sangat ekstrim, bisa mencapai nada C2.
Nada bass bisa dihasilkan baik dari suara manusia ataupun dari alat musik. Sesuai dengan namanya bass juga berfungsi sebagai root atau akar; dasar dari sebuah lagu. Oleh karena itu bass merupakan jenis suara yang diharuskan ada dalam setiap komposisi paduan suara campuran mixed choir atau paduan suara sejenis pria


4. Alto
Alto digunakan untuk penyanyi wanita yang suaranya dibawah nada sopran.

Kamis, 12 Juni 2014

Pedagogi dan Andragogi



Pedagogi adalah seni dan kebudayaan bagi pembelajaran anak-anak. Perkataan itu diambil dari Yunani yaitu ‘paid’ bermaksud ‘child’ dan ‘agogus’ bermaksud ‘leader of’.  Jadi intinya pedagogi adalah teori belajar untuk anak-anak. Dalam pedagogi, murid sangat bergantung kepada guru. Jadi, murid disini hanya melakukan saja apa yang diperintah oleh guru. Biasanya guru menyampaikan materi melalui metode ceramah. Biasanya pedagogi dilakukan pada saat TK, SD, SMP, dan SMA. pada saat itu biasanya guru hanya memberikan teori-teori kepada murid dan murid hanya mendengarkan. Jadi, murid menjadi pasif. Akhirnya murid menjadi kurang inisiatif untu mencari materi sendiri dan hanya  mengandalkan materi dari guru, pembahasannya pun sistematis sesuai dari buku. Pedagogi juga kadang-kadang merujuk pada penggunaan yang tepat dari strategi mengajar. Sehubungan dengan strategi mengajar itu, filosofi mengajar diterapkan dan dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan dan pengalamannya, situasi pribadi, lingkungan, serta tujuan pembelajaran yang dirumuskan oleh peserta didik dan guru.
Andragogi
Knowles memberi makna andragogi. ‘Aner’ bermaksud ‘man’ atau ‘adult’ dan ‘agogus’ bermaksud ‘leader of’. Namun, Knowles menganggap ia mempunyai makna yang berlainan dengan pembelajaran anak-anak. Oleh itu andragogi adalah seni dan sains bagi membantu pembelajaran orang dewasa. Walaupun begitu, kedua-duanya saling berkaitan antara satu sama lain. Jadi Andragogi biasanya digunakan di dunia perkuliahan. Mahasiswa disuruh berusaha sendiri dalam mencari informasi tentang pembelajaran. Mahasiswa dituntut untuk aktif dalam proses pembelajaran. Mahasiswa bertangung jawab atas proses dan hasil pembelajarannya sendiri.
Yang membedakan Pedagogi dan Andragogi :
1. Dilihat dari sisi siswa atau pemelajar
Dalam pedagogi, siswa sangat tergantung pada guru. Sementara dalam andragogi, siswa adalah mandiri (dialah yang mengarahkan dirinya untuk belajar apa dan bagaimana).


2. Dilihat dari sisi peran pengalaman siswa atau pemelajar
Dalam pedagogi, pengalaman guru yang lebih dominan. Sedangkan dalam andragogi, pembelajar mengalami sesuatu secara leluasa..


3. Dilihat dari sisi orientasi terhadap belajar
Dalam pedagogi, dalam pedagogi pembelajaran dianggap sebagai proses perolehan suatu pengetahuan (mata ajar) yang telah ditentukan sebelumnya. Sedangkan dalam amdragogi pemelajar harus memiliki keinginan untuk menguasai suatu pengetahuan/keterampilan tertentu, atau pemecahan masalah tertentu yang dapat membuat ia sendiri puas.


4. Dilihat dari sisi motivasi belajar
Dalam pedagogi, motivasi datang secara eksternal, artinya disuruh atau dipaksa atau diwajibkan atau dituntut untuk mengikuti suatu pendidikan tertentu. dalam andragogi, motivasi lebih bersifat internal, datang dari diri sendiri sebagai wujud dari aktualisasi diri, penghargaan diri dan lain-lain
            Menurut Malcom Knowles (1984), dalam bukunya, “Self-directed Learning”, Andragogy memang merupakan teori orang dewasa. Oleh karena itu, orang dewasa harus diajar dengan pendekatan andragogi seperti dijelaskan di atas.

Menurut pengalaman saya, seperti saat saya SMP dan SMA saya hanya mendengarkan apa yang diterangkan oleh guru saya di depan kelas, biasanya itu sesuai dengan materi yang ada di buku dan sistematis. Pada saat itu saya merasa menjadi pasif karena tidak dituntut untuk menjadi aktif. Seperti  misalnya apabila guru menyuruh kami membaca, ya kami membaca, disuruh menulis ini baru menulis. Sangat kurang inisiatif dalam diri kami pada waktu itu. Intinya kami hanya mengerjakan apa yang disuruh oleh guru saya.
Beda lagi semasa kuliah. Pada saat kuliah, andragogi digunakan. Kam harus berusaha se-aktif mungkin karena memang kami dituntut seperti itu. Dosen hanya memberikan sedikit materi dan selebihnya kami yang mencari tau sendiri. Oleh karena itu setiap sebelum masuk mata kuliah, kami diwajibkan untuk membaca materi terlebih dahulu. Kalau memang kami malas membaca materi, ya memang akan berdapak ke diri sendiri. Yang tidak membaca, akan tidak megerti apa yang sedang dibahas oleh dosen. Karena biasanya dosen hanya menerangkan apa yang kami Tanya. Memang pada waktu kuiah ini inisiatif sangat perlu sekali. Kalau memang ingin mendapatkan IP yang tinggi, harus belajar sendiri tanpa disuruh-suruh. Apabila malu bertanya kepada dosen, maka akan rugi sendiri karena kita akan rugi tidak mengerti. Apabila tidak membaca buku, maka akan rugi sendiri tidak mengerti apapun yang diterangkan oleh dosen.
Sekian pengalaman yang pernah saya alami tentang Pedagogi dan Andragogi. Terimakasih J.

Minggu, 08 Juni 2014

Perilaku Atipikal dan Abnormal Seksualitas

1. Transvetisme
Gangguan ini dicirikan dengan laki-laki heteroseksual yang mengenakan pakaian perempuan ataupun perempuan yang men untuk mencapai respons seksual.

2. Transsexualism
Mengacu pada kondisi dimana seseorang merasa terjebak dalam kesalahan seks, contohnya seseorang laki-laki merasa bahwa dia sebenarnya adalah seorang wanita dan diberikan tubuh yang salah, bisa pula sebaliknya.

3. Fetisme
mengacu pada fakta bahwa beberapa individu yang terangsang oleh benda-benda fisik tertentu misalnya renda atau kulit. dapat juga diartikan gairah seksual yang disebabkan oleh bagian tubuh tertentu.

4. Sadisme
Tindakan dalam mendapatkan kenikmatan seksual yang menyakiti atau memberikan rasa sakit pada pasangannya

5. Masokisme
Kondisi dimana salah satu pasangan mendapatkan kepuasan seksual saat dia merasakan rasa sakit.

6. Voyeurism
Tindakan untuk mendapatkan kepuasan seksual dengan mengintip lawan jenis menanggalkan pakaian atau sedang melakukan hubungan seksual. voyeuers umumnya adalah laki-laki heteroseksual yang mempunyai masalah dalam membangun hubungan seksual yang normal.

7.  Eksibisionisme
yaitu kelainan seks yang suka memperlihatkan organ kelamin kepada orang lain yang tidak ingin melihatnya dan juga suka melakukan autoeroticism (praktek seksual merangsang diri sendiri atau masturbasi) sambil memperlihatkannya kepada orang lain.

Semoga apa yang saya post, bisa berguna. Thank youuuu!

Minggu, 20 April 2014

Evaluasi Observasi di SMP Harapan 2 Medan



Kelompok 15:
Anggota :
4. Anggreini Ade Putri131301081

1.     Persiapan awal
Pada saat penentuan sekolah untuk observasi, kelompok kami tidak begitu terkendala karena kami sudah mempunyai rencana sekolah tujuan karena salah satu anggota kelompok kami merupakan alumni dari sekolah tujuan kami.
Tujuan awal kami adalah SMA 1 harapan Medan, namun kami tidak bisa mendapatkan izin karena siswanya sedang ujian tengan semester, kemudian kami mencoba minta izin ke SMP Harapan 2 Medan, dan lagi kami tidak mendapatkan izin dengan alasan siswanya sedang ujian tengah semester. Selanjutnya kami mencoba ke SMP Harapan 2 Medan, dengan berbagai pertimbangan dari pihak sekolah kami diizinkan untuk melakukan observasi  di sekolah tersebut.
·         Profil sekolah
a)      Nama sekolah : SMP Harapan 2 medan
b)      Alamat                        : jl. Imam Bonjol No. 35 Medan
c)      Berdiri sejak    : 1967
d)     Jumlah kelas    : 13 kelas
e)      Biaya/bulan     :
akselarasi = Rp 1.500.000,00/bulan
reguler = Rp 750.000,00/bulan
f)       Nama kepala sekolah : Sabilal lubis, M.Pd
g)      Fasilitas sekolah :
·         labolatorium
·         musholla
·         kantin
·         lapangan
·         taman
·         toilet
·         koperasi
·         uks
·         perpustakaan

2.     Pelaksanaan
kami melaksanakan observasi ke SMP Harapan 2 Medan pada tanggal 02 April 2014, pukul 11.30 WIB. Dan untuk observasi kami di tempatkan di kelas akselarasi 1. Lama observasi 60 menit.
Di kelas
Saat memasuki kelas akselarasi satu kami melihat kenyamanan tercipta, dengan ruangan yang full fasilitas. Saat pembelajaran dimulai :
·         Guru Membuka Pembelajaran ( kegiatan awal)
1.      Ketika  guru memasuki Kelas siswa duduk dengan rapi ditempat duduknya masing-      masing.
2.      Ketika guru memasuki kelas guru memberikan senyuman kepada siswa-siswinya lalu mengucapkan salam dan “selamat pagi anak-anak”.
3.      Kemudian guru dan siswa memulai pembelajaran dengan pembacaan do’a yang di pimpin oleh ketua kelasnya.
4.      Guru mengabsen siswa satu persatu.
5.      Guru menyiapkan peralatan mengajar seperti laptop, infocus, layar, dan buku pegangan guru (buku paket).
6.      Kemudian guru melakukan  proses belajar mengajar
·         Guru Menyampaikan Pembelajaran (kegiatan inti )
1.      Guru menginformasikan materi pelajaran yang akan dipelajari
2.       Guru menggunakan media infocus dalam menyampaikan materi pembelajaran.
3.      Guru menayangkan materi pembelajaran lewat slide melalui infocus
4.      Sebelum guru menjelaskan materi melalui media infocus guru melakukan tanya jawab tentang materi yang akan dipelajari guna untuk mengetahui kemampuan siswa dalam materi yang akan dipelajari.
5.      Melalui media infocus guru menjelaskan materi, kemudian siswa mendengarkan dan mencatat bagian yang penting dari materi yang di jelaskan dan menanyakan jika kurang dimengerti.
6.      Melalui media infocus siswa mampu memahami penjelasan guru pada materi terkait.
7.      Melalui penjelasan guru, siswa mampu bertanya dan menjelaskan materi yang telah diajarkan guru.
8.      Melalui media infocus guru melakukan tanya jawab kepada siswa tentang materi terkait

3.     Teori Pendekatan dalam belajar
Teori behavioristik
Pendekatan behavioral adalah penekanan pada pengalaman (classical), terutama penguatan dan hukuman (operant), sebagai detrminan dari pembelajaran dan prilaku.
Classical conditioning
Clasical conditioning adalah sebentuk pembelajaran asosiatif dimana stimulus netral menjadi diasosiasikan dengan stimulus yang bermakna dan menimbulkan kemampuan untuk mengeluarkan respon yang serupa.
Tokoh dalam classical conditioning adalah Ivan Pavlov, seorang Psikolog Rusia yang melakukan eksperiment terhadap seekor anjing pada awal 1900-an. Dalam eksprimennya, pavlov secraa rutin meletakkan bubur daging didepanmulut anjing yang menyebabkan anjing mengeluarkan air liur. Air liur yang dikeluarkan anjing menunjukkan bahwa anjing memberikan respon terhadap stimulus yang diberikan yaitu bubur daging. Dan Pavlov menyadari bahwa asosiasi terhadap penglihatan dan suara dengan makanan ini merupakan tipe pembelajaran yang penting.
Dalam classical conditioning stimulus netral diasosiasikan dengan simulus yang bermakna dan menimbulkan kapasitas untuk mengeluarkan respon yang sama. Dalam classical conditioning ini ada 2 tipe stimulus dan 2 tipe respon yaitu, unconditioned stimulus (US), unconditioned response (UR), conditioned stimulus (CS), dan conditioned response (CR).
Dimana US adalah stimulus yang secara otomatis menghasilkan respon tanpa ada pembelajaran erlebih dahulu. Dalam eksprimen Pavlov makanan adalah US. UR adalah respon yang tidak dipelajari secara otomatis dihasilkan oleh US, dalam ekspeimen pavlov air liur anjing merupakan UR. CS adalah stimulus yang sebelumnya adalah netral yang akhirnya menghasilkan CR setelah diasosiasikan oleh US. CR adalah reson yang dipelajari. Yakni respon terhadap stimulus yang terkondisikan yang muncul setelah terjadi pasangan US-CS.
Classical conditioning dapat berupa pengalaman positif bagi anak sekolah karena kesenangan pada guru pavorit, perasaan kelas yang aman dan menyenangkan serta kehangatan dan perhatian guru. Dan juga negatif seperti, rasa takut akan gagal ujian dan ditegor oleh guru, karena siswa mengasosiasikan ujian dengan kecemasan.
Dam eksprimen Pavlov ada terdapat generalisasi, diskriminasi dan pelenyapan, yang merupakan dampak dari eksprimen terhadap anjing.
Generalisasi adalah kecenderungan terhadap stimulus baru yang sama dengan yang asli untuk menghasilkan respon yang sama.
Diskriminasi adalah terjadi ketika organisme merespon stimulus tertentu tetapi tidak merespon stimulus lain.
Pelenyapan dalah pelemahan respon karena tidak adanya stimulus.
Operant conditioning
Operant conditioning ini juga dinamakan dengan “pengkondisian instrumental” adalah sebentuk pembelajaran dimana konsekuensi dari prilaku menhasilkan perubahan dalam probabilitas prilaku itu akan diulang.
Tokoh dalam operant conditioning ini adalah B.f. skninner yang didasarkan pada E.L. Thondike.hukum efek Thondike menyatakan bahwa prilaku diikuti dengan hasil positif akan diperkuat dan prilaku yang diikuti dengan hasil negatif akan diperlemah.
Penguatan dan hukuman
Penguatan adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa prilaku akan terjadi. Ada 2 tipe penguat yaitu, penguat positif adalahfrekuensi respon meningkat karena diikuti dengan stimulus yag mendukung seperti hadiah dan pujian. Dan penguat negatif adalah frekuensi responmeningkat karena diikuti dengan penghilangan stimulus yang merugikan, misalnya ibu memarahi anaknya karena tidak mengerjakan PR.
Hukuman adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu prilaku. Hukuman biasanya terjadi jika seorang anak melakukan suatu kesalahan atau melanggar suatu peraturan dan hukuman ini biasanya yang merugikan si anak.
Generaliasasi dalan operan adalah memberikan respon yang sama terhadap stimulus yang sama.
Diskriminasi dalam operan adalah pembedaan diantara stimulus dan pembedaan lingkungan
Pelenyapan dalam operan adalah ketika respon penguat sebelumnya tidak lagi diperkuat dan responnya menurun.
Contoh penguat positif adalah siswa mengajukan pertanyaan yang bagus, konsekuensinya guru memuji siswa tersebut, hasilnya siswa tersebut jadi semakin rajin bertanya.
Contoh penguat negatif adalah siswa menyerahkan PR tepat waktu karena sebelumya pernah ditegus karena telat, konsekuensinya guru berhenti menegur siswa tersebut, hasilnya siswa tersebut semakin sering mengumpulkan PR tepat waktu.
Contoh hukuman adalah seorang siswa menyela guru saat menerangkan , konsekuensinya adalah guru menegur siswa secraa langsung, hasilnya siswa tersebut berhenti menyela penjelasan guru.
Pendekatan kognitif
Pendekatan kognitif adalah teori yang menyatakan bahwanfaktor sosial, kognitif dan prilaku memainkan pean penting dalam pembelajaran. Pendekatan kognitif ini lebih menekankan pada pengamatan dan menirukan model.
Tokoh dalam pendekatan ini adalah Albert Bandura, dia mengatakan bahwa ketika murid belajar, mereka dapat mempresentasikan pengalaman mereka secara kogitif. Bandura jugamengembangakan model determine resiprokal yang terdiri dari 3 faktor utama yaitu, prilaku, kognitif dan lingkungan yang ketiganya ini saling mempengaruhi. Namun menurut bandura faktor person/kognitif yang paling berperan penting, sehingga adanya self-efficacy yaitu keyakinan bahwa seseorang bisa menguasai situasi dan menghasilkan hasil positif.
Bobo doll juga merupakan eksprimen bandura yang sangat terkenal. Dalam eksprimen ini menekankan pada prilaku anak terhadap boneka bobo doll setelah anak menonton adegan film, dengan film yang diberikan penguat yang berbeda ada positif, negatif dan netral. Setelah menonton anak-anak dibiarkan didalam satu ruangan yang di dalamnya terdapat boneka bobo doll kemudian prilau anak diamati, didapat hasil bahwa anak tidak terlalu memandang ada atau tidaknya penguat pada setiap film tapi anak lebih terfokus pada model dan menirukannya pada boneka bobo doll.
Teori cara mengajar yang efektif :
Ø  Pengetahuan dan Keahlian Profesional
Berikut adalah strategi dengan pengetahuan dan keahlian profesional :
ü  Penguasaan materi pelajaran
ü  Strategi pengajaran, seorang harus harus memiliki strategi pengajaran yang dapat membuat anak-anak tidak merasa bosan dan terus merasa tertarik untuk belajar.
ü  Penetapan tujuan dan keahlian perencanaan instruksional, seorang guru harus memiliki tujuan dari apa yang di ajarkan pada anak-anak, sehingga ada perencanaan-perencanaan yang berurut dan baik.
ü  Keahlian menagemen kelas
ü  Keahlian motivasional, seorang guru harus memiliki motivasi yang tinggi sehingga bisa membagi motivasi  tersebut kepada anak-anak yang diajar.
ü  Keahlian komunikasi, seorang guru harus menjaga komunikasi yang baik dengan ana-anak yang diajar sehingga tetap tercipta intaksi yang hangat antara yang pelajar dan pengajar.
ü  Tidak membeda-bedakan latar belakang kultural yang berbeda dan bekerja secara efektif.
ü  Keahlian tekhnologi, pada era tekhnologi yang semakin berkembnag membuat seorang guru harus menguasai tekhnologi untuk menyeimbangkan dengan zaman.

Ø  Komitmen dan Motivasi
Menjadi guru yang efektif juga membutuhkan  komitmen dan motivasi. Aspek ini juga mencakup sikap yang baik dan perhatian terhadap murid.
Nah, bagaimana mengembangkan sikap positif dan mempertahankan semangat mengajar. Seorang guru pekerjaan yang menciptakan kesuksesan baru baginorang lain, seperti renungan seorang konsultan Carloz Dies (1997), mengomentari tentang Mrs. Oppel guru bahasa Inggriinya saat sekolah menengah atas:
“Hingga saat ini, setiap kali saya melihat kata tertentu (dearth, slake) saya langsung mengenalinya sebagai kosa kata Mrs. Oppel. Sebagai seorang guru dia sangat tenang dan fokus. Dia juga memperhatikan kekuatan bahasa dan keindahan sastra. Saya berutang budi kepadanya, setidaknya sebagian, karena berkat beliau saya jadi berusaha keras untuk menguasai bahasa inggris dan menjadi profesor dan penulis. Saya ingin bisa menanamkan karakter ini ke murid-mirid saya.”

Hasil laporan obesrvasi
Dari hasil pengamatan kelompok kami dan ditambah dengan sedikit wawancara dengan salah satu siswa yang ada didalam kelas akselarasi 1 tempat kelompok kami melakukan observasi, kelasa ini memiliki fasilitas kelas yang lengakap seperti: komputer, tv, ac, dispenser, in focus, white boart, loker, rak sepatu, globe, poster pelajaran, foto presiden dan wakil presiden. Pada saat pelajaran IPA ( biologi) yang membahas tentang sistem reproduksi guru menerangkan materi pelajaran hati itu dengan menggunakan fasilitas yang sudah disediakan seperti infocus kepada siswa denga jelas dan perlahan sampai siswa benar-benar paham tentang materi tersebut, siswa tampak sangat antusias dalam pembelajaran dibuktikan dengan bebrapa pertanyaan yang berhubungan dengan meteri yang diajukan oleh siswa, dan karena siswa yang sangat aktif bertanya dan ingin didahulukan membuat tuang kelas kurang kondusif namun tetap terasa seru. Intraksi antara guru dan siswanya baik dibuktikan dengan siswa tidak malu bertanya apa yang tidak diketahui dan mengeluh jika guru memberikan terlalu banyak tugas walaupun akhirnya tugas tersebut tetap dikerjakan. Perlengkapan kelas yang sangat mendukung dan bersih menambah semangat siswa dalam belajar. Sesama siswa juga terjalin intraksi yang harmonis ditambah dengan jumlah siswa yang sedikit membuat mereka tampak akrab.
Namun berdasarkan wawancara terhadap salah satu siswa bahwa, mereka mirud akselarasi ini sering kali mendapat tekanan dari siswa dari kelas reguler karena mereka yang difasilitasi lengkap dan perhatian yang labih, tapi bukan berarti kelas reguler tidak diperhatikan. Siswa mengaku bahwa mereka sering dicap sombong oleh siswa reguler lainnya dikarenakan jadwal belajar siswa akselarasi yang padat yang membuat waktu mereka bermain dengan siswa reguler lainnya sedikit. Namun sejauh pengamatan mereka tetap tampak enjoy tanpa menghiraukan berita miring tentang mereka, dengan semangat belajar mereka yang tinggi dan keakraban yang terjalin diantara mereka satu kelas.
Menurut pengakuan beberapa siswa bahwa metode belajarnya sudah bagus hanya saja terkadang kurang efektif karena adanya guru yang berperan ganda dengan memengang 2 mata pelajaran dalam pengajaran, namun itu tidak terlalu masalah karena 2 mata pelajara yang di pegang satu guru ada sedikit hubungannya jadi tidak begitu membingungkan.
Metode belajar yang lebih mengarah kepada student center, bisa memberikan contoh bagi kelas reguler lain dan bahkan sekolah lain untuk lebih meningkatkan mutu pembelajaran. Dan untuk tata letak sekolah, sudah cukup bagus dan lengkap hanya saja kurang penjagan dari siswa, namun secara garis besar semua masih tampak bagus dan lengkap, sangat memadai untuk siswa.
Rangkuman hasil observasi
Menurut kelompok kami di SMP harapan 2 medan di kelas akselarasi 1. Metode pembelajaran yang digunakan adalah student learning center, siswa mencari sendiri apa yang ingin diketahui baik itu mencari dalam buku atau bertanya pada guru, siswa yang mengetahui apa yang sudah dipahamia atau belum. Namun tetap juga ada unsur behavioral dalam pembelajaran dengan guru memberikan pujian untuk menambah motivasi siswa dan hukuman untuk membuat siswa jera. Pembelajaran berlangsung ssangat aktif dengan antusias siswa dalam belajar. Namun dengan kondisi kelas yang kurang kondusif membuat guru tekadang kewalahan mengontrol siswa. Dan untuk pelanggaran peraturan tidak terdapat di kelas akselarasi 1 tersebut.

slide kelompok 15